Penulis : Dr. Wasid, M.Fil.I
Ukuran buku : 12 x 18 cm
Jumlah : IX + 60 halaman
ISBN : Dalam proses
Buku yang ada di depan pembaca berjudul Biografi K.H. Abdul Fattah Yasin: Aktivis NU dan Pejuang Bangsa mengulas tentang perjalanan seorang tokoh yang hidup dalam era kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan. Sengaja buku ini ditulis untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang keteladanan beliau sebagai tokoh NU, sekaligus pejuang bangsa yang teladanannya dibuktikan dengan sikap konsisten pada nilai-nilai Ahl Al-Sunnah wa al-Jama'ah dan nilai-nilai kecintaan pada bangsa (hubbu al-wathan).
Sosok Kiai Fattah Yasin mulai dilupakan oleh banyak kalangan, khususnya Nahdliyin. Pasalnya, ia mungkin tidak setenar para tokoh pendiri NU lainnya, tapi perlu diketahui perannya tidak bisa diabaikan oleh oleh generasi saat inj. Sebagai Santri, ia tidak ujuk-ujuk menjadi aktivis sukses di NU, dan politisi hebat yang berkarakter, mengingat ia tidak sekedar menitipkan nama, tapi betul-betul bergerak dalam menggerakkan organisasi di satu sisi dan di sisi yang lain berjuang di garda terdepan bersama para Kiai Santri salam berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hubungannya yang cukup baik dengan para aktivis NU, baik dengan generasi senior atau sepadan dengannya, mengantarkan komitmennya tidak pernah berubah, baik sebagai aktivis maupun sebagai pejuang. Interaksi yang intens mengantarkan ia sepanjang hayat menjadi aktivis NU, walau dalam kondisi yang serba sulit. Baginya, menurut tafsiran penulis, menjadi aktivis NU dan pejuang adalah pilihan ideologis yang harus dijaga dengan baik sebagai bagian dari ibadah, setidaknya mengikuti jejak perjuangan gurunya, Hadlratus Syekh K.H. Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri dan pengasuh pondok pesantren Tebuireng, sekaligus pendiri NU.
Buku ini hadir telah melibatkan banyak pihak, khususnya dari teman-teman penerbit Pustaka Idea. Keterlibatan mereka dilakukan dengan mengedit dengan baik sehingga layak dibaca di hadapan para pembaca. Pastinya, tanpa keterlibatan mereka, naskah ini akan tertunda proses penerbitannya sehingga misi mulianya tidak akan tercapai, yaitu bagaimana mengenalkan sosok Kiai Fattah Yasin. Diucapkan terima kasih atas kerjasamanya, semoga tidak selesai di sini.
Akhirnya, buku ini adalah upaya nyata untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan dari tokoh di tengah keteladanan beragama dan berbangsa mulai sedikit terpraktikkan oleh elite bangsa. Harapannya, pembaca mampu memetakan peran tokoh sehingga dapat menirukan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar