Penulis : WASID, SONNY MAJID, DKK.
Ukuran Buku : 15 cm x 23 cm
Jumlah : xxvi + 230
ISBN : dalam
proses
Buku ini mengajak kita membaca kembali jejak kepemimpinan tiga ulama besar Nahdlatul Ulama: Hadlratus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Abdul Wahab Hasbullah, dan K.H. Bisri Syansuri. Ketiganya bukan hanya pendiri organisasi, melainkan peletak fondasi cara berpikir, cara berjuang dan cara mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan. Para kiai pesantren ini telah mengajarkan bahwa ilmu harus melahirkan keberanian, tradisi harus melahirkan kemajuan dan politik harus menjadi wasilah menghadirkan kemaslahatan.
Sulit membicarakan kepemimpinan
politik NU tanpa menoleh kepada Hadlratus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Abdul
Wahab Hasbullah, dan K.H. Bisri Syansuri. Ketiganya tidak hanya meninggalkan Pelajaran
itu terasa semakin penting hari ini. Dunia berubah dengan kecepatan yang belum
pernah dialami generasi-generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi mengubah
cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi. Persaingan ekonomi semakin
terbuka, geopolitik semakin rumit, sementara masyarakat Indonesia sendiri
semakin kritis dan semakin beragam. Dalam situasi seperti itu, bertahan dengan
cara lama saja jelas tidak cukup. Sebaliknya, meninggalkan akar yang membentuk
jati diri juga bukan pilihan yang bijaksana. Tantangan terbesar justru terletak
pada kemampuan menjaga keseimbangan: tetap berpijak pada nilai yang telah
teruji oleh waktu, tetapi cukup terbuka untuk menemukan cara-cara baru dalam
menjawab persoalan zaman.
Semoga buku ini tidak hanya
memperkaya pemahaman tentang perjalanan Gus Abdul Muhaimin Iskandar, tetapi
juga menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan tidak pernah dibangun dengan
meninggalkan akar. Justru dari akar yang kokoh itulah sebuah bangsa memperoleh
kekuatan untuk melangkah lebih jauh. Selama mata rantai keteladanan itu tetap
hidup, NU akan terus melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu menjawab tantangan
zaman, sekaligus menjaga Indonesia tetap berdiri di atas nilai-nilai yang
mempersatukan. Selamat membaca!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar